Catatan Seorang Relawan

Social media strategist wannabe | @idDKP for #DietKantongPlastik | @ypbbbdg for #ZeroWaste | Amateur earth warrior :)

Pelatihan Tim Kampanye Zero Waste Gelombang II

Sabtu (2/4), bertempat di Galeri Padi Jalan Ir. H. Juanda No. 329, Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) Bandung menggelar “Pelatihan Tim Kampanye Zero Waste YPBB Gelombang II”. Program ini terdiri dari tiga gelombang, dimana gelombang pertama dilakukan pada bulan Maret lalu, dan gelombang ketiga akan dilakukan pada bulan Mei. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan bagi peserta dalam mengubah paradigma dan kebiasaan dalam aktivitas sehari- hari sehingga bisa menjadi gaya hidup ramah lingkungan, yang bisa dikatakan zero waste atau nol sampah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempersiapkan peserta untuk bisa berkampanye mengenai zero waste yang akan dilakukan YPBB dalam waktu mendatang.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.00 ini diisi oleh pemaparan mengenai sampah oleh David Sutasurya, yang merupakan direktur dari YPBB. Selain itu, games dan simulasi mengenai zero waste dilakukan di saat pergantian sesi untuk mencairkan suasana dan membuat peserta tetap fokus pada materi pelatihan.

Peserta yang mengikuti pelatihan ini berasal dari berbagai latar belakang. Salah satunya adalah Riky yang berasal dari PGII. Ia mengikuti pelatihan ini untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam pengelolaan sampah sehingga sampah yang ada saat ini bisa berkurang dan juga ia akan menerapkan pola hidup zero waste ini di sekolahnya. Lain lagi dengan Umi dengan tujuan untuk memahami lagi pola hidup zero waste dalam kehidupan sehari- hari.

David Sutasurya, selaku trainer pada pelatihan gelombang ini menyatakan bahwa pentingnya pola hidup zero waste dalam menekan jumlah sampah di Kota Bandung yang sudah sangat banyak. Beliau berpendapat bahwa pola hidup zero waste ini bisa dilakukan mulai dari diri sendiri dengan mengurangi konsumsi yang meninggalkan sampah dan dapat menyelesaikan masalah sampah mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Salah satu contohnya ada dengan keranjang Takakura untuk pengomposan skala rumah tangga dan biopori untuk pengomposan di kebun rumah. Hal ini juga ditambahkan oleh Anilawati selaku koordinator acara pelatihan gelombang ini. Ia menjelaskan mengapa YPBB merasa perlu membuat kegiatan pelatihan ini.

Gaya hidup zero waste memang merupakan solusi untuk menekan masalah persampahan di Kota Bandung yang dahulu mendapat predikat sebagai “Kota Kembang”, akankah predikat itu tetap melekat di kota kita tercinta ini? Jawabannya ada pada diri kita masing- masing bagaimana cara kita untuk tetap melihat Kota Bandung ini sebagai “Kota Kembang”. (rrpn)